Monday, April 22, 2013

Istilah-istilah dalam Manajemen Keuangan

1.      Aktiva Lancar, Aktiva yang dimiliki perusahaan yang dapat segera berubah menjadi uang t unai. Termasuk dalam kelompok ini adalah Piutang Dagang, Deposito, Piuta ng Wesel dan Persediaan
2.      Aktiva Tetap, Aktiva atau harta perusahaan yang tidak bergerak. Masuk dalam kelompok i ni Tanah, Bangunan, Mesin dan Peralatan serta Kendaraan
3.      EPS : Earning Per Share, Rasio ini menggambarkan jumlah laba yang dihasilkan oleh perusahaan untu k tiap saham yang diterbitkan
4.      Anggota Bursa, Perantara perdagangan Efek atau Pedagang Efek yang telah menjadi anggota Bursa Efek Indonesia baik BEJ maupun BES
5.      Annual Meeting (Rapat Tahunan), Rapat satu tahunan para manajer perusahaan yang melaporkan kepada para p emegang saham tentang hasil kegiatan perseroan selama tahun berjalan. Di dalam rapat ini biasanya dibahas juga tentang pemilihan Dewan Direksi u ntuk tahun yang akan datang. Pejabat pimpinan pelaksana biasanya memberi kan ulasan pandangan untuk tahun yang akan datang dan bersama pejabat se nior menjawab pertanyaan para pemegang saham
6.      Annual Report (Laporan Tahunan), Suatu laporan resmi mengenai keadaan keuangan Emiten dalam jangka waktu 1 tahun. Termasuk di dalam laporan ini antara lain Neraca Perusahaan, Laporan Laba/Rugi dan Neraca Arus Kas. Laporan ini harus disampaikan kepada para pemegang saham untuk disetujui didalam RUPS untuk selanjutnya disahkan sebagai laporan tahunan resmi perusahaan
7.      Ask Price, Harga terendah yang ditawarkan untuk menjual
8.      Atas Nama, Dituliskannya nama dari pemilik Efek tertentu pada sertifikat Efek tersebut sebagai suatu tanda kepemilikan Efek. Contoh : saham atas nama, bera rti nama yang tertulis di dalam sertifikat saham tersebut adalah pemiliknya
9.      Atas Unjuk, Tidak ditunjukkannya nama dari pemilik Efek, dengan demikian siapa saja  yang membawa Efek tersebut dapat mengaku dan sah menjadi pemilik Efek tersebut
10.    BV : Book Value (Nilai Buku Saham), Menggambarkan perbandingan total dana pemegang saham terhadap jumlah saham
11.    Bid Price, Harga tertinggi yang diminta untuk membeli
12.    Broker (Pialang), Pihak yang melaksanakan eksekusi baik pembelian maupun penjualan saham berdasarkan amanat dari investor. Untuk jasanya dia akan memperoleh komisi dari investor
13.    Capital Gain, Keuntungan yang diperoleh karena perbedaan antara harga beli dan harga j ual dari suatu Efek, terjadi bila harga jual lebih besar dari harga beli
14.    Capital Loss, Lawan dari Capital Gain, terjadi bila harga jual lebih rendah dari harga beli suatu Efek
15.    DER : Debt to Equity Ratio (Rasio Hutang atas Modal), Menggambarkan struktur modal yang dimiliki oleh perusahaan, dengan demikian dapat dilihat struktur resiko tidak tertagihnya hutang. Makin kecil  angka rasio ini makin baik
16.    Delisting, Penghapusan Efek dari daftar Efek yang tercatat di Bursa sehingga Efek tersebut tidak dapat lagi diperdagangkandi Bursa. Saham-saham yang telah didelist tetap dapat diperdagangkan di luar bursa dan status emiten tersebut tetap sebagai perusahaan publik.
17.    Derivatif, Efek turunan dari sebuah Efek utama
18.    Dilusi, Menurunnya prosentase kepemilikan dari pemegang saham suatu perusahaan sebagai akibat dari bertambahnya jumlah saham yang beredar
19.    Akhir Tahun: Titik akhir dari periode laporan keuangan tahunan
20.    Akrual: Pengeluaran yang terjadi dalam satu periode yang belum dibayar atau dibuat fakturnya. Kebalikan dari pembayaran di muka.
21.    Akun: Laporan transaksi keuangan, dapat dicatat dalam buku atau ke dalam komputer
22.    Akuntansi Dana: Digunakan untuk mengetahui pengeluaran yang dilakukan proyek apakah sesuai dengan tujuan mula-mula yang sudah ditentukan.
23.    Akuntansi Keuangan: Pencatatan, pengklasifikasian dan pemilahan data keuangan historis yang akan menghasilkan laporan keuangan bagi pihak eksternal organisasi.
24.    Akuntansi Manajemen: Ketentuan informasi keuangan untuk manajemen demi kepentingan perencanaan, pengambilan keputusan, dan pengawasan serta pengaturan.
25.    Aliran Dana/Arus Kas: Perbedaan/selisih antara jumlah uang/kas yang masuk dan jumlah uang/kas yang keluar dalam satu periode.
26.    Anggaran: Jumlah uang yang organisasi rancangkan akan diterima dan dibelanjakan untuk hal tertentu dalam satu periode.
27.    Anggaran dari Nol: Metode dalam mempersiapkan anggaran yang dimulai dari nol, dengan mempertimbangkan setiap area biaya dari awal.
28.    Aset: Semua barang yang dimiliki atau klaim terhadap barang lain yang yang memikiki nilai/harga bagi organisasi. Lihat Aset tak bergerak dan Aset lancar.
29.    Aset Lancar: Kas dan asset lain yang dapat dirubah menjadi kas dalam jangka pendek – contohnya piutang. Aset-aset in, secara teori, dapat dicairkan menjadi kas dalam 1 tahun.
30.    Aset Lancar Bersih: Dana yang tersedia untuk menjalankan operasi harian organisasi. Biasanya didapat dari asset lancar dikurangi kewajiban lancar. Dikenal juga dengan istilah ‘working capital’ Modal Kerja.
31.    Aset tak Bergerak: Item (seperti perlengkapan, kendaraan atau bangunan) yang dimiliki oleh organisasi yang memiliki nilai moneter untuk jangka waktu lebih dari 1 tahun. Sering disebut sebagai Aset Berwujud.
32.    Audit: Pemeriksaan laporan tahunan oleh pihak independen (auditor)
33.    Bagan Akun: Daftar dari semua kode akun dan kode pos biaya yang digunakan dalam sistem akuntansi organisasi.
34.    Biaya Langsung: Biaya yang dapat dialokasikan secara khusus untuk sebuah kegiatan, departemen atau proyek.
35.    Biaya Tidak Langsung: Biaya yang tidak dapat secara langsung dialokasikan dalam kegiatan, departemen atau proyek dan dana ini bersifat umum.
36.    Buku Bank: Daftar yang berisi catatan semua transaksi yang dilakukan melalui rekening bank. Dikenal juga sebagai Buku Tunai atau Buku Analisa Tunai
37.    Buku Besar Nominal: Berisi ‘halaman’ dari setiap akun nominal dan mencatat implikasi dari transaksi keuangan organisasi yang terjadi.
38.    Buku Petty Cash: Daftar petty cash yang digunakan tiap harinya.
39.    Burn Rate: Jumlah dana atau anggaran belanja yang telah digunakan sejauhi ini, dan dinyatakan di dalam satuan persen. Dikenal juga dengan nama Rasio Penggunaan.
40.    Daftar Aset: Daftar yang berisi aset tak bergerak organisasi, biasanya tercantum detil dari harga, nomor seri, lokasi, tanggal pembelian, dll.
41.    Dana Akumulasi: Uang yang organisasi akumulasi dari tahun ke tahun karena hasil pendapatan tidak semuanya habis dibelanjakan. Termasuk didalamnya perkiraan nilai dari semua aset tak bergerak saat ini.
42.    Dana Bebas: Dana yang digunakan untuk tujuan umum dari organisasi,
43.    Dana Modal: Dana akumulasi dan simpanan yang tersimpan dalam bentuk perlengkapan dan properti
44.    Dana Terikat: Dana pendapatan yang memilki persyaratan yang mengikat tentang bagaimana dana itu digunakan, dan biasanya memiliki persyaratan untuk membuat laporan balik kepada pendonor mengenai penggunaanya.
45.    Dana Umum: Dana bebas yang tidak dikhususkan dan biasanya digunakan untuk tujuan umum organisasi. Sering disebut sebagai Simpanan.
46.    Dana Yang Sudah Dikhususkan: Dana bebas yang diakumulasikan dari waktu ke waktu dan digunakan untuk tujuan khusus oleh dewan Kehormatan.
47.    Debitor: Semua pihak yang berhutang pada organisasi
48.    Depresiasi: Sejumlah/proporsi nilai dari nilai awal sebuah aset tak bergerak untuk dibebankan sebagai pengeluaran organisasi dalam laporan Pendapatan & Pengeluaran.
49.    Donasi Non-Uang: Dana atau kontribusi untuk satu proyek dalam bentuk barang atau jasa, dan bukan uang.
50.    Imprest: Semacam ‘float’ uang, yang jumlahnya sudah ditentukan, yang akan di’suntik’ lagi sebesar jumlah uang yang telah dibelanjakan, untuk mengembalikannya ke jumlah mula-mula.
51.    Jejak Audit: Kemampuan untuk mengikuti semua jalur transaksi yang dilaporkan melalui sistem akuntansi organisasi.
52.    Kewajiban: Sejumlah dana yang menjadi hutang organisasi, termasuk didalamnya dana yang diterima di muka, pinjaman, akrual dan faktur/tagihan yang belum dibayar.
53.    Kewajiban Lancar: sumber keuangan jangka pendek (dari penyedia barang, bank) yang harus dibayar dalam waktu 12 bulan ke depan.
54.    Kode Akun: Sistem penomoran yang digunakan untuk menggambarkan dan memilah berbagai macam tipe transaksi keuangan, dikelompokkan berdasar aset, hutang, pendapatan dan pengeluaran.
55.    Kreditor: Semua pihak yang memberi hutang pada organisasi
56.    Laporan Pendapatan dan Pengeluaran: Meringkas transaksi pendapatan dan pengeluaran dalam satu periode, melakukan penyesuaian untuk transaksi yang belum selesai atau transaksi yang terjadi di periode akuntansi yang berbeda.
57.    Laporan Penerimaandan Pembayaran: Ringkasan dari buku kas untuk periode tertentu yang memiliki saldo awal dan akhir
58.    Laporan Pengecualian: Laporan naratif pendek yang menjelaskan variansi signifikan dan/atau hal-hal yang perlu perhatian khusus dan dilampirkan dalam laporan manajemen.
59.    Likuiditas: Tingkatan kas dan aset yang dapat dicairkan segera dibandingkan dengan kebutuhan uang yang ada, contohnya untuk membayar tagihan
60.    Acceptends: Suatu surat tagihan yang di keluarkan oleh kredita (penagih) dan biasanya adalah hasil dari suatu transaksidagang yang sifatnya otomatis cair (self liquidating) (hlm.393).
61.    Capital Budjeting: Proses merencanakan pengeluaran atas harta yang hasilnya di harapkan berlangsung terus lebih lama dari satu tahun (hlm. 393).
62.    Funded Debt: Utang jangka panjang (hlm. 400).
63.    Investment dealer: pembeli untuk diri sendiri dan penjual dan menjual kembali kepada pembeli lain (hlm.392).
64.    Levrage Operasi: Besar operasi sebuah perusahaan menggunakan biaya operasi tetap, (biaya tetap: pabrik, penjualan, dan administrasi) (hlm.206).
65.    Liquidity: Berhubungan dengan posisi kas dari perusahaan dan kemampuannya memenuhi kewajibanya yang sudah di penuhi (hlm.402).
66.    Margin Trading: Cara pembelian surat-surat berharga secara kredit (hlm.27).
67.    Modal Kerja: Investasi perusahaan dalam harta jangka pendek. (hlm. 216).
68.    Prime Rate Loan: Pinjaman yang di berikan oleh bank-bank komersial kepada nasabah-nasabahnya yang memebuhi syarat-syarat memperoleh kredit jangka pendek dengan bunga rendah (hlm.35).
69.    Pro Forma: Laporan sumber dan penggunaan dana yang di proyeksikan (hlm. 192).
70.    Proxy Fight: Suatu usaha mendominasi dari sekelompkpemegang saham untuk memiliki sekelompok menejemen baru(hlm.9).
71.    Securit : Jaminan (hlm. 390).
72.    Short Selling: Menjual saham yang belum di punyai oleh si penjual (hlm. 27).
73.    Tender Offer: Tawaran sari sebuah perusahaan untuk membeli saham dari perusahaan lain (hlm.9).
74.    Term Of Trade: Prosedur kegiatan yang biasa kita hadapi atau prosedur dengan dua persen rabat atas tagihan yang di bayar dalam waktu sepuluh hari, dengan pembayaran penuh dalam tiga puluh hari jika rabat tidak di ambil (hlm. 280)..
75.    Yield: Tingkat laba investasi (hlm. 412).
76.    Rasio Likuiditas: Menunjukkan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban finansial jangka pendeknyayang jatuh tempo/ tepat pada waktunya.
77.    Rasio aktivitas: Menunjukkan sejauh mana efisiensi dan efektivitas perusahaan dalam menggunakan sumberdayanyaPembagian analisis rasio
78.    Rasio Financial Leverage: Mengukur seberapa beasr perusahaan dibiayai dengan utang dan menunjukkan kapasitasperusahaan untuk memenuhi kewajiban baik jangka pendek maupun jangka panjang
79.    Rasio profitabilitas: Mengukur seberapa besar kemampuan perusahaan memperoleh laba baik dalam hubungannyadengan penjualan, aktiva maupun laba bagi modal sendiri
80.    Current Ratio: rasio antara aktiva lancar dibagi dengan utang lancar. 
81.    Quick Ratio (Acid test Ratio): rasio ini mnegukur solvabilitas jangka pendek tetapi tidak memperhitungkan persediaan, karena persediaan merupakan harta lancar yang kurang liquid Aktiva Lancar - Persediaan Acid Test Ratio x100 % Utang LancarRasio aktivitas
82.    Perputaran Total Aktiva (Total Asset Turnover/TATO): mengukur efisiensi penggunaan aktiva secara keseluruhan untuk menciptakan penjualan dan menghasilkan laba Penjualan Perputaran Total Assets x1kali Total Asset
83.    Perputaran Piutang (Account Receivable turnover): mengukur aktivitas dari piutang perusahaan.Semakin tinggi rasio ini, semakin baik pengelolaannya Penjualan Kredit/thn Perputaran Piutang x1 kali Rata2 Piutang
84.    Periode Pengumpulan Piutang (Receivable Collecion Period): menunjukkan lamanya piutangtertagih Rata - rata piutang x 360 Piutang Tertagih x1 hari Penjualan Kredit per tahun
85.    Perputaran Persediaan (Inventory Turnover/ITO): mengukur berapa kali dana yang dianamdalam persediaan (inventory) ini berputar dalam satu periode.
86.    Debt to Total Asset Ratio / Debt Ratio: mengukur presentase total dana yang dibiayai oleh utang.
87.    Debt to Equity Ratioz: mengukur utang dengan ekuitas, Bagi bank (kreditor), semakin tinggi rasioini, akan semakin tidak menguntungkan karena akan semakin besar risiko yang ditanggung ataskegagalan yang mungkin terjadi di perusahaan Total Utang Debt to equity ratio x100 % Total Modal Sendiri
88.    Time Interest Earned (TIE): mengukur kemampuan membayar bungan utang melalui laba operasi Laba Operasi / EBIT Rasio time interest Earned x1kali beban Bunga/tahun
89.    Total Debt Covarage: mengukur kemampuan perusahaan membayar beban bunga dan angsuranpokok pinjaman Laba Operasi Rasio Total debt Coverage x1kali Angs Pinjaman Bunga ( ) 1 tingkat pajakRasio profitabilitas
90.    Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin): mengukur besar laba kotor yang dihasilkan dibanding total nilai penjualan bersih. 
91.    Margin Laba Bersih (NetProfit Margin): mengukur laba bersih (EAT) yang dihasilkan dari setiap rupiah penjualan Laba setelah pajak Net profit margin x100 % Penjualan
92.    Margin Laba Operasi (Operating Profit Margin): mengukur kemampuan perusahaan menghasilkan laba operasi dari penjualan tunai laba Operasi OPM x 100% Penjualan
93.    Return On Investment (ROI): mengukur tingkat keuntungan dari investasi total Laba setelah pajak / EAT Return on investment x100 % Total Aktiva
94.    Return On Equity (ROE): menunjukkan efisiensi modal sendiri
95.    Analisis common size: menyajikanpersentase setiap elemen terhadap total aktiva, dan untuk laporan laba rugi persentase setiap elementerhadap penjualan.
96.    BTAN atau BTANs: menawarkan rancangan undang-undang perbendaharaan kupon oleh Pemerintah Perancis. Dengan batas waktu antara 2 sampai 5 tahun. Bunga tertentu dibayar secara tahunan. Surat jaminan ini dikeluarkan atas dasar boleh tukar.
97.    BTU atau BTUs: merujuk pada Kesatuan-Kesatuan Termal Inggris. Mengukurkan kualitas pemanas bahan bakar berbeda pada ukuran biasa. Kesatuan ini memperhitungkan analisa lebih
98.    Buba: Bundesbank
99.    Bucket Shop: merujuk pada organisasi yang memohon perintah pelanggan tetapi tidak menghukum mati mereka dengan segera untuk keuntungan pelanggan. Agak mengadakan perintah ini, dan
100. Bucketing or to Bucket Trades: Menangani jual beli surat berharga (Simpan Tunda).Buckets merujuk pada beberapa aktivitas ilegal.
101. Buckets: Investor yang meyakini bahwa harga sedang mengalami kenaikan.merujuk pada kategori-kategori untuk surat jaminan atau kata jadian. Beberapa ember merujuk ke maturity klasifikasi, seperti, 3, 6, ember 12 bulan. Ada banyak penandaan lain juga. Masa juga bisa merujuk pada lamanya mengatur kelompok-kelompok, pilihan mengatur kelompok-kelompok, dan kategori yang pra-ditegaskan lain yang melambangkan ciri-ciri biasa yang dominan.
102. Bull: bahwa saham, indeks, atau pasar akan menghargai di nilai. Membandingkan untuk Memikul
103. Bull Spread: strategi pilihan yang disusun untuk mendapat keuntungan dari pertambahan harga di pasar dasar.
104. Bullet: sejenis keamanan kredit yang membalas kepala sekolah seluruh di maturity tanggal. Sebelum maturity atau uang muka ikatan, bayaran bunga akan diperoleh sesuai jadwal bayaran.
105. Bundles: variasi perdagangan carik untuk seorang manajer pedagang atau risiko bisa menetapkan rentetan kontrak bulan di satu transaksi.
106. Burnout: gejala di pasar hipotek. Melambangkan kecenderungan genangan-genangan untuk menjadi lebih tidak tak peka terhadap kemunduran suku bunga dengan penerimaan waktu.
107. Butterfly Option Spread: strategi pilihan yang memakai tiga harga pemogokan untuk alat sama dan yang sama waktu berakhir tanggal. Bisa terdiri atas penjualan sebanyak dua di--uang pilihan (menaruh atau singgah) dan pembelian sesuatu (menaruh atau menilpon) di harga pemogokan yang lebih tinggi dan pembelian sesuatu (menaruh atau menilpon) di harga pemogokan lebih rendah.
108. Butterfly Trade: penjualan sebanyak dua kesatuan masa depan kontrak dan pembelian sebanyak dua kesatuan masa depan kontrak. Di sini, kontrak ditempatkan di seberang tiga bulan pengantaran berbeda. Satu pola akan membeli 1 baris, Menjual 2 April, dan Membeli 1 Mei. Strategi ini juga dipakai di pasar kredit
109. Buy-In: Membeli harta milik dalam lelang umum atau eksekusi hipotek oleh pemilik semula (Beli Sendiri).Buy in terjadi kalau seorang penjual atau penjual pendek lalai mengantarkan surat jaminan yang diharuskan memuaskan syarat-syarat transaksi. Dampak keuangan netto transaksi ini dimasukkan ke dalam rekening penjual.
110. buy on Close: perintah untuk membuat pembelian atas akhir. Bisa menjadi perintah pasar atau batas.
111. Buy on Opening: perintah untuk membuat pembelian di atas lubang. Bisa menjadi perintah pasar atau batas
112. Buyer’s Market: Pasar yang ditandai oleh penawaran yang secara nisbi melebihi permintaan sehingga harga cenderung menurun dan menguntungkan pembeli (Pasar Pembeli) merujuk pada situasi kalau pembeli mempunyai keluesan yang lebih luar biasa dan pengaruh dalam mendapat konsesi.
113. Buying Power: merujuk pada banyaknya surat jaminan yang bisa dibeli di rekening garis tepi.
114. Buy-side or Buyside: merujuk pada organisasi keuangan yang cenderung menjadi pembeli alami surat jaminan, seperti, dana bersama, perusahaan asuransi, dan manajer uang.
115. Cage: bidang kantor belakang di mana surat jaminan, cek, dan jumlah terbatas uang diolah dan dipegang
116. Call Option: sehelai kontrak untuk pembeli, pemilik atau tempat diberi hak tetapi tidak berkewajiban membeli keamanan atau komoditas akar di harga pemogokan tertentu dalam bingkai waktu terbatas.
117. Cancel: perintah untuk mengakhiri perintah baik di keseluruhnya atau sisanya.
118. CAO: Pimimpin Administrative Officer.
119. Cap: opsi yang digunakan untuk menetapkan tingkat bumga maksimum atau tertinggi dalam kewajiban jangka pendek.
120. Capital Asset Pricing Model: cara yang digunakan untuk menghitung besarnya biaya ekuiti dengan menggunakan rumus berikut
Ke = Rf + (Rm – Rf) β
Dimana:
Ke = biaya ekuiti
Rf = tingkat keuntungan bebas resiko
R= tingkat keuntungan pasar yang diharapkan
Rm – R= premi resiko
β = koefisien resiko sistematis

SUMBER


No comments:

Post a Comment