Monday, March 31, 2014

Article and The Tense



Name                    : Rizky Kurnia Putri
Class                      : 3EB23
NPM                      : 26211384

Jobs, the Economy and Unemployment               

The other evening 1I watched a contemporary film that 2I’m positive was meant by its writers and producers to be a modern day story depicting five well-to-do company executives who like many of us, become victims of our country’s financial meltdown, or as the news media calls it – the Recession. These unfortunate souls were forced to go from multi-million dollar homes, corporate jets, vacation houses in the Bahamas, first-class country club memberships… 3you get the story – right?

As the reels unwind, one of 4the newly pink-slipped executives is forced to work for his brother-in-law’s contracting company, installing drywall and so-forth. Still, the bills continue to mount as 5he remains in denial thinking that another big corner office is waiting just around the corner. His wife however gives him a little push into reality by selling his classic Porsche. Another one of 6our ex-execs goes so far as to commit suicide. No longer could 7he goes on playing real-life charades by pretending to continue his family’s once lavish lifestyle. Sadly without sympathy or understanding from his spouse, this poor soul stays out at the bar until evening then arrives home as in the past with his briefcase and Wall Street Journal under his arm so the neighbors don’t get suspicious. The script attempts to put the darkest hue of doom above the ex-vice-president who must now find a way to live off of his one-hundred million in stock options while maintaining his pride, dignity, and sexual liaison with his ex-corporation’s head of human resources.

8I sat patiently waiting for the killer plot twist or story-stunner; but what happened at the end (spoiler warning) 9they have to start over with new jobs and careers. SERIOUSLY! 10They had jobs! But lowering themselves to a significantly lessor pay-scale was equivalent to being unemployed in their eyes. There was a scene where one of 11the major characters had to sat on the back steps with his young teenage son (teary eyed) and explain that 12he lost his job; not mentioning that 13there was a construction job waiting for him if 14he wanted it (but that was not a real job). 15Someone wrote and produced this major motion picture with a minimum of six major actors portraying down and out executives who once had it all and now must live off of their stock options and lower-middle-class salaries. Honest! This was not a comedy… it was meant to make me sad and concerned for the characters.

16I did a little investigating myself and found that 17a large portion of individuals collecting unemployment for the um-teenth month feel that lower paying jobs with less benefits and options than 18their previous jobs are considered as unacceptable, therefore 19they remain on unemployment. Oh, if 20I could be so lucky!


Keterangan:
      1.       Present Perfect Tense: S + Have/Has + V3 + O
      2.       Simple Past Tense: S + to be 2 (was/were) + Adj / Noun / Adverb
      3.       Simple Present Tense: S + Be +  Adj / Noun / Adverb
      4.       Simple Present Tense: S + Be +  Adj / Noun / Adverb
      5.       Present Tense: S + V1 s/es + O
      6.       Present Tense: S + V1 s/es + O
      7.       Present Tense: S + V1 s/es + O
      8.       Simple Past Tense: S + to be 2 (was/were) + Adj / Noun / Adverb
      9.       Present Perfect Tense: S + Have/Has + V3 + O
      10.   Past Perfect Tense: S + had + V3
      11.   Present Perfect Tense: S + Have/Has + V3 + O
      12.   Present Continuous Tense: S + be + Adj / Noun / Adverb
      13.   Simple Past Tense: S + to be 2 (was/were) + Adj / Noun / Adverb
      14.   Simple Past Tense: S + V2 + O
      15.   Past Tense: S + V2 + O + Adj / Noun / Adverb
      16.   Past Tense: S + V2 + O + Adj / Noun / Adverb
      17.   Present Continuous Tense: S + be + Adj / Noun / Adverb
      18.   Simple Present Tense: S + Be +  Adj / Noun / Adverb
      19.   Simple Present Tense: S + Be +  Adj / Noun / Adverb
      20.   Past Tense: S + V2 + O + Adj / Noun / Adverb

Sunday, January 12, 2014

CINTA adalah...... (catatan dari seorang teman...)



Cinta tidak pernah meminta, ia senantiasa memberi, cinta membawa penderitaan, tetapi tidak pernah berdendam, tak pernah membalas dendam. Di mana ada cinta di situ ada kehidupan; manakala kebencian membawa kepada kemusnahan.

Tuhan memberi kita dua kaki untuk berjalan, dua tangan untuk memegang, dua telinga untuk mendengar dan dua mata untuk melihat. Tetapi mengapa Tuhan hanya menganugerahkan sekeping hati pada kita? Karena Tuhan telah memberikan sekeping lagi hati pada seseorang untuk kita mencarinya. Itulah namanya Cinta.

Ada 2 tetes air mata mengalir di sebuah sungai. Satu tetes air mata tu menyapa air mata yg satu lagi,
” Saya air mata seorang gadis yang mencintai seorang lelaki tetapi telah kehilangannya. Siapa kamu pula?”. Jawab tetes air mata kedua tu,” Saya air mata seorang lelaki yang menyesal membiarkan seorang gadis yang mencintai saya berlalu begitu saja.”

Cinta sejati adalah ketika dia mencintai orang lain, dan kamu masih mampu tersenyum, sambil berkata: aku turut bahagia untukmu.

Jika kita mencintai seseorang, kita akan sentiasa mendoakannya walaupun dia tidak berada disisi kita.

Jangan sesekali mengucapkan selamat tinggal jika kamu masih mau mencoba. Jangan sesekali menyerah jika kamu masih merasa sanggup. Jangan sesekali mengatakan kamu tidak mencintainya lagi jika kamu masih tidak dapat melupakannya.

Perasaan cinta itu dimulai dari mata, sedangkan rasa suka dimulai dari telinga. Jadi jika kamu mau berhenti menyukai seseorang, cukup dengan menutup telinga. Tapi apabila kamu coba menutup matamu dari orang yang kamu cintai, cinta itu berubah menjadi tetesan air mata dan terus tinggal dihatimu dalam jarak waktu yang cukup lama.

Cinta datang kepada orang yang masih mempunyai harapan walaupun mereka telah dikecewakan. Kepada mereka yang masih percaya, walaupun mereka telah dikhianati. Kepada mereka yang masih ingin mencintai, walaupun mereka telah disakiti sebelumnya dan kepada mereka yang mempunyai keberanian dan keyakinan untuk membangunkan kembali kepercayaan.

Jangan simpan kata-kata cinta pada orang yang kita cintai sehingga ia meninggal dunia , hingga akhirnya engkau terpaksa harus mengukir kata cinta itu pada pusaranya . Sebaliknya ucapkan kata-kata cinta yang tersimpan dibenakmu itu sekarang selagi ia ada .

Mungkin Tuhan menginginkan kita bertemu dan mencintai orang yang salah sebelum bertemu dengan orang yang tepat, kita harus mengerti bagaimana berterima kasih atas karunia itu.

Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat

Cinta dapat mengubah pahit menjadi manis, debu beralih emas, keruh menjadi bening, sakit menjadi sembuh, penjara menjadi telaga, derita menjadi nikmat, dan kemarahan menjadi rahmat.

Sungguh menyakitkan mencintai seseorang yang tidak mencintaimu, tetapi lebih menyakitkan adalah mencintai seseorang dan kamu tidak pernah memiliki keberanian untuk menyatakan cintamu kepadanya.

Hal yang menyedihkan dalam hidup adalah ketika kamu bertemu seseorang yang sangat berarti bagimu. Hanya untuk menemukan bahwa pada akhirnya menjadi tidak bererti dan kamu harus membiarkannya pergi.

Kamu tahu bahwa kamu sangat merindukan seseorang, ketika kamu memikirkannya hatimu hancur berkeping. Dan hanya dengan mendengar kata “Hai” darinya, dapat menyatukan kembali kepingan hati tersebut.

Tuhan ciptakan 100 bahagian kasih sayang. 99 disimpan disisiNya dan hanya 1 bagian diturunkan ke dunia. Dengan kasih sayang yang satu bagian itulah, makhluk saling berkasih sayang, sehingga kuda pun mengangkat kakinya karena takut anaknya terinjak.

Kadangkala kamu tidak menghargai orang yang mencintai kamu sepenuh hati, hingga kamu kehilangannya. Pada saat itu, tiada guna sesal karena perginya tanpa berpaling lagi.

Jangan mencintai seseorang seperti bunga, karena bunga akan mati kala musim berganti. Cintailah mereka seperti sungai, kerana sungai mengalir selamanya.

Cinta mampu melunakkan besi, menghancurkan batu, membangkitkan yang mati dan meniupkan kehidupan padanya serta membuat budak menjadi pemimpin. Inilah dasyatnya cinta !

Permulaan cinta adalah membiarkan orang yang kamu cintai menjadi dirinya sendiri, dan tidak merubahnya menjadi gambaran yang kamu inginkan. Jika tidak, kamu hanya mencintai pantulan diri sendiri yang kamu temukan di dalam dirinya.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit,bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berbeda menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus,tumbuhlah oleh karena embun itu adalah kedurjanaan, dusta, kebohongan, pengkhianatan dan hal tercela lainnya. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur,di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, kesetiaan, budi pekerti yang tinggi serta segala yang terpuji.

Kata-kata cinta yang lahir hanya sekadar di bibir dan bukannya di hati mampu melumatkan seluruh jiwa raga, sementara kata-kata cinta yang lahir dari hati yang ikhlas mampu untuk mengobati segala luka di hati orang yang mendengarnya.

Kamu tidak pernah tahu bila kamu akan jatuh cinta. namun apabila sampai saatnya , raihlah dengan kedua tanganmu,dan jangan biarkan dia pergi dengan sejuta tanda tanya dihati

Cinta bukanlah kata murah dan lumrah dituturkan dari mulut ke mulut tetapi cinta adalah anugerah Tuhan yang indah dan suci jika manusia dapat menilai kesuciannya.

Bukan laut namanya jika airnya tidak berombak. Bukan cinta namanya jika perasaan tidak pernah terluka. Bukan kekasih namanya jika hatinya tidak pernah merindu dan cemburu.

Mencintai memang mudah. Untuk dicintai pun mudah. Tapi untuk dicintai oleh orang yang kita cintai itulah yang sukar diperoleh.

“Kadangkala cinta tidak terasa ketika cinta itu selalu ada, namun ketika cinta itu sendiri menghilang, barulah engkau akan merasakannya betapa berharganya cinta itu”

Satu-satunya cara agar kita memperolehi kasih sayang, ialah jangan menuntut agar kita dicintai, tetapi mulailah memberi kasih sayang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan.

Wednesday, November 6, 2013

Karya Ilmiah

BAB 1
PENDAHULUAN

1.1       LATAR BELAKANG

Bagi sebagian orang mungkin sudah tidak asing lagi dengan istilah saham dan obligasi. Namun, bagi sebagian orang lain tentu kurang begitu mengerti perbedaan saham dan obligasi yang merupakan bagian instrument di dunia investasi.
Investasi pada dasarnya adalah kreatifitas seseorang untuk mendapatkan keuntungan. Dalam berinvestasi terdapat begitu banyak alternatif yang dapat digunakan oleh masyarakat pemodal untuk melakukan investasi yang di inginkan, misalnya investasi dapat dilakukan antara lain menabung, membeli tanah dan bangunan, membeli emas, maupun membeli surat-surat berharga seperti saham dan obligasi. Namun, dari begitu banyaknya alternatif investasi, masyarakat pemodal belum terlalu mengetahui alternatif yang dapat memberikan dia keuntungan yang besar.
          Beberapa orang beranggapan bahwa berinvestasi dengan cara membeli properti, tanah, emas adalah alternatif investasi yang sangat menjanjikan, padahal berinvestasi di alternatif ini selain memiliki pengembalian yang rendah juga memiliki risiko yang cukup besar. Misalnya saja berinvestasi dengan cara membeli properti (rumah dan tanah), mungkin masyarakat pemodal beranggapan bahwa berinvestasi di alternatif ini sangat menjanjikan karena harganya semakin lama semakin tinggi padahal alternatif ini memiliki risiko yang cukup tinggi seperti tergusur ataupun kebakaran.
          Saham dan obligasi merupakan alternatif investasi yang sangat menjanjikan, namun, masih banyak masyarakat pemodal yang belum menanmkan kelebihan dananya untuk berinvestasi di saham dan obligasi di karenakan masyarakat pemodal belum mengetahui keuntungan yang dapat diberikan saham dan obligasi.

1.2       RUMUSAN MASALAH

Dari latar belakang yang telah diuraikan maka rumusan masalah yang akan saya bahas                        adalah :
Perbedaan-perbedaan saham dan obligasi, perhitungan saham.

1.3       TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini saya tulis dengan tujuan untuk memberikan informasi mengenai keuntungan dalam berinvestasi saham dan obligasi.
1.4       Metode Penelitian

Deskriptif.
Dengan cara mempelajari buku-buku dan membedah surat-surat berharga.

BAB 2
ISI

Skuritas-skuritas yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) adalah saham biasa, saham preferen, obligasi, obligasi konversi, right issue, waran, dan reksadana.

A.     Saham

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut.

Ditinjau dari segi kemampuan dalam hak tagih atau klaim, saham yang diterbitkan emiten ada 2 macam,
1.      Saham Biasa (common stock)

Mewakili klaim kepemilikan pada penghasilan dan aktiva yang dimiliki perusahaan. Pemegang saham biasa memiliki kewajiban yang terbatas. Artinya, jika perusahaan bangkrut, kerugian maksimum yang ditanggung oleh pemegang saham adalah sebesar investasi pada saham tersebut.

2.      Preferen (Preferred Stock)

Saham yang memiliki karakteristik gabungan antara obligasi dan saham biasa, karena bisa menghasilkan pendapatan tetap (seperti bunga obligasi), tetapi juga bisa tidak mendatangkan hasil, seperti yang dikehendaki investor.
Saham preferen dikatakan memiliki karakteristik obligasi karena sekuritas ini memberikan tingkat pendapatan yang tetap seperti halnya obligasi. Sedangkan karakteristik sahamnya adalah bahwa jika emiten mengalami kerugian maka pemegang saham preferen mungkin tidak bisa menerima pembayaran dividen  dalam waktu yang sudah ditetapkan sebelumnya (mungkin ditunda)  
Perbedaan saham ini berdasarkan pada hak yang melekat pada saham tersebut. Hak ini meliputi hak atas menerima deviden, memperoleh bagian kekayaan jika perusahaan dilikuidasi setelah dikurangi semua kewajiban-kewajiban perusahaan.

Ciri-ciri saham istimewa / Preferen (Preferred Stock) adalah  :
1.      Hak utama atas deviden, artinya saham istimewa mempunyai hak terlebih dahulu dalam hal menerima deviden.
2.      Hak utama atas aktiva perusahaan, artinya dalam hal likuidasi berhak menerima pembayaran maksimum sebesar nilai nominal saham istimewa setelah semua kewajiban perusahan dilunasi.
3.      Penghasilan tetap, artinya pemegang saham istimewa memperoleh penghasilan dalam jumlah yang tetap.
4.      Jangka waktu yang tidak terbatas, artinya saham istimewa yang diterbitkan mempunyai jangka waktu yang tidak terbatas, akan tetapi dengan syarat bahwa perusahaan mempunyai hak untuk membeli kembali saham istimewa tersebut dengan harga tertentu.
5.      Tidak mempunyai hak suara, artinya pemegang saham istimewa tidak mempunyai suara dalam RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham).
6.      Saham istimewa kumulatif, artinya deviden yang tidak dibayarkan oleh perusahaan kepada pemegang saham tetap menjadi hak pemegang saham istimewa tersebut. Jika suatu saat perusahaan tidak membagikan deviden, maka pada periode yang lain jika perusahaan tersebut membagikan deviden, maka perusahaan harus membayarkan deviden terutang tersebut sebelum membagikannya kepada pemegang saham biasa.

Pada suatu saham terdapat 3 (tiga) macam nilai :
1.      Nilai nominal adalah nilai yang tercantum pada saham tersebut;
2.      Nilai efektif adalah nilai yang tercantum pada kurs resmi kalau saham tersebut diperdagangkan di bursa, sedangkan;
3.      Nilai instrinsik adalah nilai saham pada saat diperdagangkan.

Contoh investasi sementara pada saham

Tgl. 6 Mar 2006 PT. B membeli 1000 lembar saham milik PT. A dengan harga Rp 1.200 per lembar. Saham tersebut mempunyai nilai nominal Rp 1.000 per lembar. Untuk transaksi itu, perusahaan dibebani biaya komisi broker sebesar Rp 50.000

Perhitungan :
            Harga beli = Rp 1.200 x 1000 lbr        = Rp 1.200.000
            Biaya komisi                                        = Rp      50.000
            Harga Perolehan                                 = Rp 1.250.000
Tgl. 10 April 2006, PT. B menerima dividen tunai sebesar Rp 150 per lembar
Perhitungan :
Dividen = 1000 lbr x Rp 150 = Rp 150.000
Tgl. 5 Juni 2006, PT. B menjual semua sahamnya dengan kurs 130% dan berkaitan dengan hal itu, perusahaan dikenakan biaya komisi broker 1%
Perhitungan :
-           Harga Jual = 130% x 1000 lembar x Rp 1.000,-     = Rp 1.300.000
-           Biaya komisi = 1% x Rp 1.300.000,-                            = Rp      13.000 –
-           Hasil Penjualan Saham                                               = Rp 1.287.000
-           Harga Perolehan                                                         = Rp 1.250.000 +
-           Laba Penjualan Saham                                               = Rp      37.000

Ditinjau dari cara peralihannya:
1.      Saham Atas Unjuk (Bearer Stocks) adalah yang berhak atas nilai saham sesuai dengan nama yang tercantum dalam saham tersebut.
Pada saham tersebut tidak tertulis nama pemiliknya, agar mudah dipindahtangankan dari satu investor ke investor lainnya.
Secara hukum, siapa yang memegang saham tersebut, maka dialah diakui sebagai pemiliknya dan berhak untuk ikut hadir dalam RUPS.
2.      Saham Atas Nama (Registered Stocks) adalah orang yang memiliki (memegang) saham tersebut. Merupakan saham yang ditulis dengan jelas siapa nama pemiliknya, di mana cara peralihannya harus melalui prosedur tertentu.

Ditinjau dari kinerja perdagangan:
1.      Blue – Chip Stocks
Saham biasa dari suatu perusahaan yang memiliki reputasi tinggi, sebagai leader di industri sejenis, memiliki pendapatan yang stabil dan konsisten dalam membayar dividen.
2.      Income Stocks
Saham dari suatu emiten yang memiliki kemampuan membayar dividen lebih tinggi dari rata – rata dividen yang dibayarkan pada tahun sebelumnya. Emiten seperti ini biasanya mampu menciptakan pendapatan yang lebih tinggi dan secara teratur membagikan dividen tunai. Emiten ini tidak suka menekan laba dan tidak mementingkan potensi.
3.      Growth Stocks
a.      (Well – Known)
Saham – saham dari emiten yang memiliki pertumbuhan pendapatan yang tinggi, sebagai leader di industri sejenis yang mempunyai reputasi tinggi.
b.      (Lesser – Known)
Saham dari emiten yang tidak sebagai leader dalam industri, namun memiliki ciri growth stock. Umumnya saham ini berasal dari daerah dan kurang populer di kalangan emiten.

4.      Speculative Stock
Saham suatu perusahaan yang tidak bisa secara konsisten memperoleh penghasilan dari tahun ke tahun, akan tetapi mempunyai kemungkinan penghasilan yang tinggi di masa mendatang, meskipun belum pasti.

5.      Counter Cyclical Stockss
Saham yang tidak terpengaruh oleh kondisi ekonomi makro maupun situasi bisnis secara umum.
Dan yang terbaru jenis saham yang diperdagangkan di BEI , yaitu ETF (Exchange Trade Fund) adalah gabungan reksadana terbuka dengan saham dan pembelian di bursa seperti halnya saham di pasar modal bukan di Manajer Investasi (MI)

ETF dibagi 2, yaitu:

ETF index : menginvestasikan dana kelolanya dalam sekumpulan portofolio efek yang terdapat pada satu indeks tertentu dengan proporsi yang sama.
Close and ETFs : Fund yang diperdagangkan dibursa efek yang berbentuk perusahaan investasi tertutup dan dikelola secara aktif.

B.      OBLIGASI

Obligasi adalah surat berharga yang menunjukkan bahwa penerbit obligasi meminjam sejumlah dana kepada masyarakat dan memiliki kewajiban untuk membayar bunga secara berskala, dan kewajiban untuk melunasi pokok utang pada waktu yang telah ditentukan kepada pihak pembeli obligasi tersebut.

1.      Karakteristik Obligasi
          Obligasi merupakan alternatif investasi yang memiliki beberapa karakteristik, yaitu sebagai berikut:

a.              Memiliki Masa Jatuh Tempo

          Masa berlaku suatu obligasi sudah ditentukan secara pasti saat obligasi tersebut diterbitkan, misalnya 5 tahun, 7 tahun dan seterusnya. Artinya, jika telah melampaui masa jatuh tempo, maka obligasi tersebut tidak berlaku lagi.

b.              Nilai Pokok Utang

Besarnya nilai obligasi yang dikeluarkan sebuah perusahaan telah ditetapkan sejak awal obligasi tersebut diterbitkan.

c.               Kupon Obligasi

 Pendapatan utama pemegang obligasi adalah berupa bunga yang dibayar perusahaan kepada pemegang obligasi pada waktu yang telah ditentukan misalnya setiap 3 bulan, atau setiap 6 bulan sekali. Di obligasi, istilah bunga umumnya disebut kupon. Kupon merupakan daya tarik utama investor untuk membeli obligasi karena kupon tersebut merupakan pendapatan pasti yang diterima pemegang obligasi selama masa berlakunya obligasi tersebut.

d.              Peringkat Obligasi

          Peringkat obligasi berguna untuk memberikan investor gambaran tingkat risiko ketidakmampuan perusahaan dalam membayar, amaka didalam dunia surat utang atau obligasi dikenal suatu tingkat yang menggambarkan kemampuan membayar kewajiban tersebut dikenal dengan istilah peringkat obligasi. Peringkat obligasi dikeluarkan oleh lembaga independen yang secara khusus bertugas memberikan peringkat atas semua obligasi yang diterbitkan perusahaan.

2.      Jenis-jenis Obligasi

 Jenis-jenis obligasi yang dapat dijadikan alternatf investai, antara lain:

a.      Obligasi Korporasi
          Obligasi korporasi yaitu obligasi yang diterbitkan perusahaan, baik perusahaan publik maupun perusahaan non public
b.      Obligasi Pemerintah
          Obligasi pemerintah yaitu obligasi yang dikeluarkan oleh pemerintah suatu negara seperti Surat Utang Negara (SUN), Obligasi Ritel Indonesia (ORI)
c.       Obligasi Pemerintah Daerah
       Obligasi pemerintah daerah yaitu obligasi yang diterbitkan oleh pemerintah daerah.
3.      Keuntungan Obligasi

Keuntungan yang dapat di peroleh pemegang obligasi, antara lain:

a.      Memberikan Pendapatan Tetap (Fixed Income) berupa Kupon.
          Hal ini merupakan keuntungan utama obligasi, dimana pemegang obligasi akan mendapatkan pendapatan berupa bunga secara rutin selama waktu berlakunya obligasi. Bunga yang ditawarkan obligasi umumnya lebih tinggi daripada bunga yang diberikan deposito atau SBI.

b.      Keuntungan Atas Penjualan Obligasi (Capital Gain)
          Pemegang obligasi dapat memperjualbelikan obligasi yang dimilikinya. Jika ia menjual lebih tinggi dibandingkan dengan harga belinya maka tentu saja pemegang obligasi tersebut mendapatkan selisih yang disebut capital gain.

4.      Risiko Obligasi

          Obligasi termasuk surat berharga yang memiliki risiko yang relatif rendah, namun obligasi tetap mengandung beberapa risiko, antara lain:

a.      Risiko Gagal Bayar (Default)
          Risiko gagal bayar (default) adalah ketidakmampuan perusahaan dalam mengembalikan kewajibannya. Walaupun jarang terjadi, namun dapat saja suatu ketika penerbit obligasi tidak mampu membayar baik bunga maupun pokok obligasi.

b.      Risiko Tingkat Suku Bunga
          Pergerakan harga obligasi sangat ditentukan oleh pergerakan tingkat suku bunga. Pergerakan obligasi berbanding terbalik dengan tingkat suku bunga. Apabila jika tingkat suku bunga naik maka harga obligasi akan turun, sebaliknya jika tingkat suku bunga turun maka harga obligasi akan naik.


BAB 3
KESIMPULAN

Saham dapat didefinisikan sebagai tanda penyertaan atau kepemilikan seseorang atau badan dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Wujud saham adalah selembar kertas yang menerangkan bahwa pemilik kertas tersebut adalah pemilik perusahaan yang menerbitkan surat berharga tersebut. Sedangkan obligasi adalah surat pengakuan hutang suatu perusahaan yang akan dibayar pada waktu jatuh tempo sebesar nilai nominalnya. Penghasilan yang diperoleh dari obligasi berupa tingkat bunga yang akan dibayarkan oleh perusahaan penerbit obligasi tersebut pada saat jatuh tempo.
Aktivitas jual beli saham di lantai bursa dilakukan oleh perusahaan pialang melalui orang yang ditunjuk sebagai sebagai Wakil Perantara Pedagang Efek (WPPE). Selanjutnya WPPE yang mewakili penjual dan pembeli melakukan proses tawar-menawar dan negosiasi, kemudian transaksi diselesaikan melalui PT Kustodian Depositori Efek Indonesia (KDEI), kecuali untuk penyelesaian transaksi obligasi dan bukti right, yang dilakukan sendiri antar anggota bursa yang melakukan transaksi.
Transaksi yang berada pada bursa umumnya bukan merupakan transaksi tunai pada saat itu juga. Bursa telah menentukan bila telah terjadi transaksi pada hari H, maka penyerahan saham dan pembayaran harus diselesaikan melalui KDEI pada hari bursa kelima (H+4). Bila perusahaan pialang tidak mampu memenuhi kewajibannya untuk menyelesaikan transaksi di pasar reguler dan negosiasi pada hari bursa kelima (H+4) maka transaksi perdagangan selanjutnya akan dilakukan di pasar tunai.
Pialang yang melaksanakan pesanan untuk membeli sekuritas, akan datang ke Biro Administrasi Efek (BAE) yang ditunjuk emiten untuk mendaftar dan mengadministrasi saham tersebut atas nama pemodal yang membeli saham.
Harga yang terbentuk merupakan hasil tawar-menawar atau lelang terbuka (auction market) yang akan menjadi dasar untuk pembentukan pasar reguler. Harga yang terbentuk di pasar reguler menjadi dasar perhitungan indeks dan patokan harga saham di BEI yang aka disebarkan ke seluruh dunia.

DAFTAR PUSTAKA

Frank J. Fabozzi. Manajemen Investasi buku 2. Jakarta: Salemba Empat, 2000.